zaman sekarang fotografi model sangat banyak dan beragam bentuknya. Semua berpacu untuk membuat terbaik. Terlebih dikota jogja,jogja memproduksi model-model yang baik.
ini contoh-contoh karya yang saya ambil dikala senggang,dengan model yang kurang prefesional sambil menanti matahari datang.
Sabtu, 11 Mei 2013
Kamis, 09 Mei 2013
macam-macam foto komersil
Dalam Fotografi komersial atau iklan bisa bersifat:
1. Hard selling: menjual produk secara langsung
2. Soft selling: menjual produk tetapi kita tidak dapat melihatnya secara langsung, biasanya yang dijual adalah sebuah pencitraan. Misalnya iklan rokok tidak menampilkan sebuah rokok atau orang yang sedang merokok.
Dalam pembuatan foto iklan, seorang fotografer biasanya mendapat sebuah arahan dari seorang pengarah kreatif (Creative Director) atau pengarah seni (Art Director). Tentunya sebagai seorang fotografer haruslah memberikan sebuah respon kepada Art Director atau Creative Director agar bisa diketahui sampai sejauhmanakah sebuah konsep itu dipahami agar meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan. Maka dalam hal ini komunikasi sangatlah diperlukan agar tidak terjadi miss komunikasi.
Fotografer harus memilih seorang styles sesuai dengan bidangnya. Misalnya pada saat akan memotret produk makanan maka kita harus memilih styles dibidang makanan (food). Tetapi kita juga perlu hati-hati karena biasanya orang yang mempunyai latar belakang “Art” biasanya egonya tinggi atau di tinggi-tinggikan, untuk mengatasi hal tersebut sangat diperlukanlah sebuah komunikasi.
Tidak semua styles mengerti soal fotografi maka sebagai fotografer kita juga haruslah bertidak untuk membantunya agar konsep yang diinginkan mudah tercapai.
I. Editorial Fotografi adalah foto yang dibuat untuk mengilustrasikan suatu cerita atau ide dalam kontek sebuah penerbitan atau majalah. Misalnya: Gramedia
II. Coorporate Fotografi; biasanya foto yang dibuat digunakan sebagai alat publik relation dari korporasi-korporasi besar, biasanya berbentuk company profile.
III. Stock Fotografi adalah membuat stok foto untuk dijual ke agency-agency stok foto, yang apabila suatu saat foto kita digunakan maka kita akan mendapatkan semacam royalti atas karya stok foto kita.
BIDANG-BIDANG DARI KOMERSIAL FOTOGRAFI
1.Fashion dan glamour
Foto Fashion lebih menonjolkan produk yang dipasarkan dibanding menonjolkan modelnya sendiri. Misal sepatu, tas, baju, dan sebagainya.
Sedangkan foto gramour lebih menampilkan sensualitas dari model itu sendiri. Namun ada foto fashion yang bernuansa glamour, adapula foto fashion yang sifatnya threed fashion.
seorang fotografer fashion haruslah mempunyai kemampuan dalam mengarahkan model.
2.Still life fotografi
Yaitu foto dengan benda tidak bergerak sebagai objek utamanya. Walaupun benda tidak bergerak tetapi hasil foto haruslah memiliki jiwa yang membuat seolah-olah menjadi hidup.
3.Food fotografi
Secara teknis mirip dengan still fotografi namun memerlukan skill tambahan dalam bidang food styling.
4.Foto Produk
Secara teknis foto ini lebih sederhana, tetapi butuh kemampuan yang jeli atas detail-detailnya karena lewat detail tersebutlah foto ini berbicara.
5.Arsitektural
6.Potret dan Wedding fotografi
1. Hard selling: menjual produk secara langsung
2. Soft selling: menjual produk tetapi kita tidak dapat melihatnya secara langsung, biasanya yang dijual adalah sebuah pencitraan. Misalnya iklan rokok tidak menampilkan sebuah rokok atau orang yang sedang merokok.
Dalam pembuatan foto iklan, seorang fotografer biasanya mendapat sebuah arahan dari seorang pengarah kreatif (Creative Director) atau pengarah seni (Art Director). Tentunya sebagai seorang fotografer haruslah memberikan sebuah respon kepada Art Director atau Creative Director agar bisa diketahui sampai sejauhmanakah sebuah konsep itu dipahami agar meminimalisir sesuatu yang tidak diinginkan. Maka dalam hal ini komunikasi sangatlah diperlukan agar tidak terjadi miss komunikasi.
Fotografer harus memilih seorang styles sesuai dengan bidangnya. Misalnya pada saat akan memotret produk makanan maka kita harus memilih styles dibidang makanan (food). Tetapi kita juga perlu hati-hati karena biasanya orang yang mempunyai latar belakang “Art” biasanya egonya tinggi atau di tinggi-tinggikan, untuk mengatasi hal tersebut sangat diperlukanlah sebuah komunikasi.
Tidak semua styles mengerti soal fotografi maka sebagai fotografer kita juga haruslah bertidak untuk membantunya agar konsep yang diinginkan mudah tercapai.
I. Editorial Fotografi adalah foto yang dibuat untuk mengilustrasikan suatu cerita atau ide dalam kontek sebuah penerbitan atau majalah. Misalnya: Gramedia
II. Coorporate Fotografi; biasanya foto yang dibuat digunakan sebagai alat publik relation dari korporasi-korporasi besar, biasanya berbentuk company profile.
III. Stock Fotografi adalah membuat stok foto untuk dijual ke agency-agency stok foto, yang apabila suatu saat foto kita digunakan maka kita akan mendapatkan semacam royalti atas karya stok foto kita.
BIDANG-BIDANG DARI KOMERSIAL FOTOGRAFI
1.Fashion dan glamour
Foto Fashion lebih menonjolkan produk yang dipasarkan dibanding menonjolkan modelnya sendiri. Misal sepatu, tas, baju, dan sebagainya.
Sedangkan foto gramour lebih menampilkan sensualitas dari model itu sendiri. Namun ada foto fashion yang bernuansa glamour, adapula foto fashion yang sifatnya threed fashion.
seorang fotografer fashion haruslah mempunyai kemampuan dalam mengarahkan model.
2.Still life fotografi
Yaitu foto dengan benda tidak bergerak sebagai objek utamanya. Walaupun benda tidak bergerak tetapi hasil foto haruslah memiliki jiwa yang membuat seolah-olah menjadi hidup.
3.Food fotografi
Secara teknis mirip dengan still fotografi namun memerlukan skill tambahan dalam bidang food styling.
4.Foto Produk
Secara teknis foto ini lebih sederhana, tetapi butuh kemampuan yang jeli atas detail-detailnya karena lewat detail tersebutlah foto ini berbicara.
5.Arsitektural
6.Potret dan Wedding fotografi
Rabu, 08 Mei 2013
Biografi Darwis Triadi
DARWIS TRIADI

Tempat/tgl lahir: Solo, 15 Oktober 1954
Pendidikan : Pendidikan Penerbang, Curug.
Organisasi : Ketua Asosiasi Photographer Propesional Indonesia (APPI)
Bila
menyebut fotografi, nama Darwis Triadi langsung menempel di benak
banyak orang. Pemilik nama lengkap Andreas Darwis Triadi memang bagaikan
ikon fotografi Indonesia. Akan tetapi, siapa sangka pada awalnya Darwis
adalah seorang pilot. Lantas kenapa dia beralih profesi menjadi
fotografer?
Mengantongi licence penerbang
tak lantas membuat pria kelahiran 15 Oktober 1954 ini berbangga.
Padahal, sekitar tahun 1978 profesi sebagai penerbang pesawat merupakan
profesi yang boleh dibilang amat bergengsi. Namun, ia merasa jiwanya
bukan di udara. Pergaulannya dengan kalangan yang berasal dari dunia fashion, berangsur-angsur merubah pandangannya tentang fotografi.
Hingga
sekitar tahun 1979, Darwis mantap memutuskan untuk berganti profesi.
Walaupun sempat ditentang oleh ke dua orang tuanya, namun Darwis
bersikukuh pada keyakinannya, Darwis terus melangkah. Padahal, bekalnya
tidaklah memadai. Ia tak punya pendidikan khusus fotografi. Hobi
memotret diperoleh lantaran bergaul dengan fotografer amatiran.
Sementara itu, para fotografer profesional cenderung menutup diri.
“Fotografer di zaman itu merasa dirinya eksklusif dan tak suka jika
orang lain ikut belajar. Mungkin khawatir disaingi,” tuturnya mengenang.
Dihadang
keterbatasan, Darwis tetap melangkah. “Saat itu saya berjanji bikin
dunia fotografi tidak tertutup lagi. Saya ingin dunia ini menjadi gaul
dan menarik,” katanya.
Berangkat
dari foto untuk brosur Hotel Borobudur pada 1980 dengan bayaran Rp 50
ribu, kiprah lelaki berkumis ini makin dikenal karena berani tampil
beda. Peristiwanya dimulai pada 1981. Di tahun itu, ayah dua putri ini
berpameran bersama para fotografer amatir. Sementara rekan-rekannya
memajang aneka foto bertemakan lanskap dan humanis, Darwis malah
memunculkan foto beberapa model dan peragawati. Tak pelak, pengunjung
pun kaget sekaligus kagum. Namun, tak sedikit juga yang mencemooh dengan
menyebut Darwis sebagai fotografer yang tak tahu teknik foto sekaligus
menentang arus.
Tak
peduli ejekan, Darwis terus melangkah dan memperbaiki diri. Untuk
mempopulerkan profesinya, ia rajin berpartisipasi dalam pameran dan
promosi dari mulut ke mulut. Layanan permintaan berdasarkan kebutuhan
pelanggan juga dilakoni. Bahkan, ia pun tak tabu bersikap proaktif ke
para pelanggannya. Di samping itu, ia pun terus memperdalam ilmu
fotografi, di antaranya beberapa kali mengikuti short course lighting dan teknik kamera di Swiss dan Jerman sejak 1983.
Keyakinan
Darwis menetapkan tujuan hidupnya bahwa fotografi merupakan profesi
yang juga bergengsi telah dibuktikan. Dari mulai mengerjakan berbagai
macam foto produk-produk untuk iklan dan sebagainya dari berbagai
produsen besar seperti NOKIA, PHILPS, BCA, PERMATA BANK, SATELINDO,
INDOFOOD,SONY ERICSSON, TELKOM, GROUP PT. UNILEVER, BANK MANDIRI,
MUSTIKA RATU, SARI AYU, WARNER MUSIC, AQUARIUS MUSIC, SONY MUSIC, dan
lain sebaginya. Darwis Triadi Photography juga mengerjakan Comecial dan
Non Comercial Photography, Digital Imaging Photography, Concept Design,
Graphic Design, Stock Slide Show/ Slide Rental. Darwis juga telah
menerbitkan buku-buku mengenai fotografi seperti, Kembang Setaman &
Secret Lighting. Selain itu Darwis Triadi juga telah menerbitkan buku
mengenai Photography seperti Kembang Setaman & Secret Lighting.
Selain
memiliki studio Darwis Triadi Photography, ia juga membuka Darwis
Triadi School of Photography. Sekolah yang menjadi salah satu impiannya,
yaitu agar fotografi menjadi lebih terbuka
Darwis Triadi mengembangkan minat
fotografinya sejak tahun 1979. Ilmu desain pun turut dipelajari untuk
memperkaya kemampuan artistiknya. Karena prestasinya yang terus
meningkat, dia diberi kepercayaan untuk menampilkan karyanya pada
majalah tahunan Hasselblad yang berskala internasional di tahun 1990.
Dalam kurun waktu bersamaan, ia sempat mempresentasikan slide andalannya
dalam acara Photo Kina International Competition di Kohn, Jerman.
Kompetisi ini digelar dalam rangka \"Hasselblad International Annual\".
Setahun kemudian, majalah internasional Vogue memajang karyanya pada
artikel spesial tentang Indonesia. Bron Electronic AG dari Swiss, produsen lampu Broncolor, memilihnya untuk mengisi kalender Broncolor tahun 1997. Sumber : (http://www.darwistriadischoolofphotography.com/detailGuru.php?idNya=91)
Selasa, 07 Mei 2013
tips motret food
Hobi wisata kuliner tampaknya berdampak pada hobi fotografi ya OpenRicers! Tentu saja sebab makanan yang akan kamu santap pastilah diabadikan terlebih dahulu sebagai dokumentasi. Jika hanya dijadikan dokumentasi pribadi, tak mengapa hanya menggunakan kamera ponsel untuk memotret objek makanan. Namun jika kamu ingin mempublikasikannya agaknya mesti diperhatikan teknik memotret yang baik khusus untuk food photography, agar kreasi foto kamu terlihat indah. Sebetulnya bukan hanya mengincar keindahan saja dari sebuah foto makanan melainkan cara menciptakan foto makanan yang akan membuat orang yang melihat foto tersebut tergiur lezatnya objek foto.
Nah seperti apa teknik memotret makanan yang baik, berikut tipsnya agar hasil foto kian menarik. Pertama, OpenRicers mesti memperhatikan teknik pencahayaan. Baik dengan kamera profesional, kamera pocket atau kamera ponsel selalu temukan lebih dulu keseimbangan cahayanya. Memotret makanan biasanya dilakukan dalam ruangan atau studio. Karenanya lampu flash amat diperlukan, pastikan arah lampu flash bukan dari depan objek namun dari samping atau belakang. Teknik fotoografi ini mudah dilakukan terlebih lagi bila latarbelakangnya putih karena warna putih mampu menetralisir cahaya. Dan lebih bagus lagi kalau kamu menggunakan cahaya matahari. Teknik sederhananya adalah dengan menggunakan cermin kecil untuk memfokuskan cahaya pada bagian-bagian tertentu dari piring untuk membantu mengurangi bayangan yang keras atau untuk menarik perhatian pada area yang diinginkan.
Kedua, teknik pengambilan angle. Kebanyakan orang salah kaprah saat memotret makanan dengan mengambil angle dari atas atau dari sudut 45 derajat. Padahal gambar terbaik akan dihasilkan jika kamu memotret serendah mungkin. Maksudnya ambil sudut terendah dari objek namun bukan dari bawah objek.
Ketiga, memotret sesegera mungkin. Makanan yang baru saja selesai dimasak akan terlihat begitu segar, jadi segera ambil gambar saat komposisi warna makanan masih terlihat fresh di mata kamera. Gunakan minyak untuk membantu menciptakan efek mengkilat pada makanan dengan cara mengoleskannya.
Keempat, gunakan warna netral untuk latarbelakang objek. Warna putih memang selalu menghasilkan efek pencahayaan yang netral. Selain itu warna putih juga bisa mengimbangi komposisi warna jika objek foto adalah makanan dengan bahan-bahan yang colourful. Efek mewah juga akan terpancar jika kamu menggunakan piring putih saat penyajiannya.
Kelima, fokuskan pada detail objek. Misalnya kamu akan memotret sepiring steak, pastikan bekas tanda panggangan yang berselang-seling pada daging terlihat jelas dan berada pada posisi yang sempurna di atas piring. Atau jika kamu akan memotret sushi, maka pastikan setiap potongan ditempatkan secara menarik. Usahakan tidak terlalu membuat isi piring terlalu penuh yang justru akan mengurangi keindahannya.
Terakhir, crop in tightly. Usahakan untuk mengedit hasil foto dengan komposisi objek benar-benar mendominasi frame. Step terakhir ini akan lebih mudah dilakukan jika saat memotret kamu sudah mengambil objek foto dengan fokus yang baik. Dengan demikian akan lebih mudah terlihat hal-hal detail pada objek foto.
belajar motret boleh yuk,di jamin asyik
Tentu sudah menjadi tren dan kehausan bagi seorang
fotografer untuk mencoba memotret objek hidup. Apalagi objek tersebut
adalah manusia. Banyak hal menarik yang akan kita temui dalam fotografi
genre ini. Misalnya saja, kita akan belajar bagaimana mengatur model
sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan komposisi yang menarik. Atau
pun belajar menghadapi kondisi pemotretan yang kompleks dengan segala
atribut dan perlengkapannya.
Dalam memotret model, ada dua kondisi pencahayaan
yang akan kita hadapi. Pertama, indoor modeling. Pemotretan ini biasa
dilakukan di dalam ruangan tertutup, baik kondisi cahaya yang bisa
dikuasai ataupun tidak dikuasai. Kedua, outdoor modeling. Dalam hal ini
jelas kita benar-benar tidak bisa menguasai kondisi cahaya. Karena tentu
kita tidak akan tahu secara pasti apa yang akan terjadi di lokasi
nanti. Bisa saja cuacranya sangat cerah dan bagus, atau mungkin mendung
bahkan hujan. Dalam tulisan ini, akan saya batasi pembahasan pada
outdoor modeling karena saya sangat kurang pengalaman memotret model
indoor.
Sebelum memotret, tentu ada hal-hal yang harus kita persiapkan sebelum pemotretan. Diantaranya :
1. Persiapkan Gear sebaik mungkin
Pastikan baterai dalam keadaan
penuh dan cukup untuk memotret, periksa memory apakah mencukupi, siapkan
lensa, filter, tripod dan berbagai tetek bengek lainnya yang dirasa
butuh saat pemotretan. Ini merupakan hal dasar yang harus menjadi
perhatian penuh sebelum eksekusi. Gak pengen kan ketika lagi asik jepret
tiba-tiba ada tulisan “card full” atau kamera mati karena baterai
habis.
2. Tentukan konsep modeling
Seperti halnya hidup, memotret pun
harus ada tujuannya. Anda harus tau foto apa yang ingin anda hasilkan.
Misalnya saja anda ingin mengahasilkan foto yang seram, ghotic bisa jadi
pilihan. Atau ingin membuat foto jadul? Vintage merupakan pilihan yang
tepat.
3. Jalin keakraban dengan model
Buatlah hubungan yang akrab antara
model dan fotografer sebelum memotret. Faktor ini terlihat sepele tapi
sangat menentukan di lapangan. Misalnya saja saat fotografer kurang puas
dengan gaya model, tentu akan lebih mudah menyampaikannya jika sudah
akrab terlebih dahulu. Model pun akan merasa lebih santai dalam memenuhi
permintaan fotografer.
4. Bila perlu, persiapkan Make Up dan Wardrobe yang sesuai
Sebenarnya poin ini kurang begitu
penting bagi seorang hobi jepret seperti saya. Namun bagi seorang yang
sudah pro ataupun memang bekerja dalam dunia fotografi, ini merupakan
hal yang sangat penting. Make up dan wardrobe akan menunjang
kesempurnaan hasil foto.
Setelah persiapan di atas, mari kita mulai eksekusi. Di lapagan tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan
1. Waktu terbaik untuk memotret model adalah pagi hari jam 8-10 pagi, dan jam 4-6 sore.
2. Sebelum memotret,
ketahui dulu foto apa yang akan anda buat. Jika sudah menentukan tema,
searching di internet foto-foto serupa dan kembangkan ide anda.
3. Gunakan settingan
yang pas. Jika anda ingin membuat bokeh yang mantap, tentu harus dengan
lensa bukaan lebar. Atau mungkin ingin membuat siluet, gunakanlah
partial metering (untuk canon). Berkreatifitaslah sebanyak mungkin
sehingga hunting tidak sia-sia.
5.Tentukan lokasi
Pemilihan lokasi sangat penting,karna lokasi sangat menentukan hasil sebuah foto, dan juga harus sesuai dengan konsep yang telah di tentukan. Sebelum hari H nya lebih baik cek terlebih dahulu lokasi sebelum pemotretan di lakukan.
Contoh hasil jepretan saya :
Sumber:http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/12/12/mari-belajar-memotret-model-516122.html
yookkk belajar motret model,di jamin asyikk ^_^
Tentu sudah menjadi tren dan kehausan bagi seorang
fotografer untuk mencoba memotret objek hidup. Apalagi objek tersebut
adalah manusia. Banyak hal menarik yang akan kita temui dalam fotografi
genre ini. Misalnya saja, kita akan belajar bagaimana mengatur model
sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan komposisi yang menarik. Atau
pun belajar menghadapi kondisi pemotretan yang kompleks dengan segala
atribut dan perlengkapannya.
Dalam memotret model, ada dua kondisi pencahayaan
yang akan kita hadapi. Pertama, indoor modeling. Pemotretan ini biasa
dilakukan di dalam ruangan tertutup, baik kondisi cahaya yang bisa
dikuasai ataupun tidak dikuasai. Kedua, outdoor modeling. Dalam hal ini
jelas kita benar-benar tidak bisa menguasai kondisi cahaya. Karena tentu
kita tidak akan tahu secara pasti apa yang akan terjadi di lokasi
nanti. Bisa saja cuacranya sangat cerah dan bagus, atau mungkin mendung
bahkan hujan. Dalam tulisan ini, akan saya batasi pembahasan pada
outdoor modeling karena saya sangat kurang pengalaman memotret model
indoor.
Sebelum memotret, tentu ada hal-hal yang harus kita persiapkan sebelum pemotretan. Diantaranya :
1. Persiapkan Gear sebaik mungkin
Pastikan baterai dalam keadaan
penuh dan cukup untuk memotret, periksa memory apakah mencukupi, siapkan
lensa seperti fix,tele, filter, tripod dan berbagai tetek bengek lainnya yang dirasa
butuh saat pemotretan. Ini merupakan hal dasar yang harus menjadi
perhatian penuh sebelum eksekusi. Gak pengen kan ketika lagi asik jepret
tiba-tiba ada tulisan “card full” atau kamera mati karena baterai
habis.
2. Tentukan konsep modeling
Seperti halnya hidup, memotret pun
harus ada tujuannya. Anda harus tau foto apa yang ingin anda hasilkan.
Misalnya saja anda ingin mengahasilkan foto yang seram, ghotic bisa jadi
pilihan. Atau ingin membuat foto jadul? Vintage merupakan pilihan yang
tepat.
3. Jalin keakraban dengan model
Buatlah hubungan yang akrab antara
model dan fotografer sebelum memotret. Faktor ini terlihat sepele tapi
sangat menentukan di lapangan. Misalnya saja saat fotografer kurang puas
dengan gaya model, tentu akan lebih mudah menyampaikannya jika sudah
akrab terlebih dahulu. Model pun akan merasa lebih santai dalam memenuhi
permintaan fotografer.
4. Bila perlu, persiapkan Make Up dan Wardrobe yang sesuai
Sebenarnya poin ini kurang begitu
penting bagi seorang hobi jepret seperti saya. Namun bagi seorang yang
sudah pro ataupun memang bekerja dalam dunia fotografi, ini merupakan
hal yang sangat penting. Make up dan wardrobe akan menunjang
kesempurnaan hasil foto.
Setelah persiapan di atas, mari kita mulai eksekusi. Di lapagan tentu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan
1. Waktu terbaik untuk memotret model adalah pagi hari jam 8-10 pagi, dan jam 4-6 sore.
2. Sebelum memotret,
ketahui dulu foto apa yang akan anda buat. Jika sudah menentukan tema,
searching di internet foto-foto serupa dan kembangkan ide anda.
3. Gunakan settingan
yang pas. Jika anda ingin membuat bokeh yang mantap, tentu harus dengan
lensa bukaan lebar. Atau mungkin ingin membuat siluet, gunakanlah
partial metering (untuk canon). Berkreatifitaslah sebanyak mungkin
sehingga hunting tidak sia-sia.
5.tentukan lokasi yang dinginkan oleh model atau konsep
perlu diketahui lokasi pendukung penuh untuk menciptakan foto yang indah, sesuaikan dengan konsep yang telal di buat sebelumnta. sebelum hari H pemotretan harus cek kembali lokasi
Contoh hasil jepretan saya :
Minggu, 05 Mei 2013
tips motret air terjun
simak yaaaa
Saya sendiri suka menyempatkan diri untuk mengunjungi air terjun di
setiap ada kesempatan untuk berjalan jalan. Karena selain biasanya
pemandangan di sekitar air terjun bagus dan kalau pas lagi beruntung
datang di hari rame banyak gadis gadis muda yang berbasah basahan di
bawah air terjun (halah, makin ndak penting aja alasannya :p)
Di Indonesia banyak ditemui air terjun atau kalau
di sunda dikenal dengan nama Curug. Mulai dari yang tingginya cm 3 meter
sampai dengan yang berpuluh puluh meter. Kenapa begitu ? karena di
Indonesia banyak pegunungan dan setiap sungai yang mengalir dari mata
air di pegunungan dan kemudian turun melewati tebing bisa kita sebut
sebagai air terjun.. hahahaa (ndak penting banget :p)
telijan mawan - kalimantan barat
Ndak ding….. biasanya saya kalau bisa malah datang
ke air terjun pagi hari untuk mengejar moment matahari yang belum
terlalu tinggi dan terkadang kalau beruntung kita bisa mendapatkan
moment ray of light di antara pepohonan dan kabut pagi.
So..ini ada beberapa tips yang mungkin membantu
untuk mendapatkan pemotretan air terjun yang agak “bagus” dan bukan
sekedar foto air terjun “biasa” :
- Biasakan sebelum mulai terjun dalam air .. eh dalam kesibukan memotret untuk melakukan survey daerah. Jadi kita bisa tahu lokasi atau spot spot yang mungkin akan terlewat oleh kita apabila datang dan langsung memotret
- Seperti pemotretan di alam bebas lainnya.. SAFETY FIRST.. baik itu untuk keamanan pribadi maupun peralatan kita. Jangan terlalu memaksakan diri sampai membahayakan keselamatan kita maupun peralatannya. seperti pada saat di Curug Malela (Foto dibawah) karena hujan deras sehingga lokasi dibawah air terjun pun cukup deras..padahal kalau bisa memotret dari bawah akan lebih bagus lagi hasil fotonya..tapi juga keamanan agak kurang terjamin.
safety first
- Usahakan untuk mendapatkan foto dengan sudut pengambilan rendah (low angle) ataupun tinggi (high angle) untuk mendapatkan hasil yang lebih dramatis. Jangan terpaku dengan sudut pengambilan sebatas mata karena hasilnya pun akan tampak “normal” seperti kita melihat dengan mata kita.
curug cibadak - low angel
- Aturan komposisi 1/3 juga bisa kita praktekan di sini untuk mendapatkan gambar dengan komposisi yang cukup dinamis. Jangan meletakan air terjun tepat di tengah gambar.
air terjun munduk - bali
- coba masukan beberapa obyek natural sebagai frame untuk melihat air terjun dalam sudut pandang yang berbeda.
curug cikaso - detail
- Air terjun merupakan salah satu obyek favorit saya untuk bermain slow speed. Di sini lah salah satu keunggulan foto karena kita bisa mendapatkan hasil yang benar benar di luar hal normal yang biasa kita lihat. Karena air yang mengalir akan menjadi lembut seperti tirai air.
- Tripod, cable release dan lap pembersih lensa merupakan peralatan standar yang musti dipersiapkan untuk mendaptkan hasil yang maksimal
- Cari obyek untuk menjadi foreground yang cukup menarik. Bisa batu, bisa dahan pohon. Jangan Cuma memotret air terjun ya air terjunnya saja..
- Jangan terpaku dengan lensa wide saja.. lensa tele juga bisa kita gunakan untuk mendapatkan detail suatu area. Entah arus air di salah satu belokannya, atau juga batu yang terkena air bisa menjadi obyek foto yang menarik juga.
- Sering melihat beberapa hasil foto air terjun oleh fotografer lain untuk kita jadikan referensi. Jangan pernah merasa malas untuk selalu belajar
- Ajak teman yang juga senang memotret..paling tidak satu.. soalnya kl teman hanya suka jalan jalan dan bermain air bisa dipastikan Anda juga akan tertarik untuk segera menceburkan diri ke bawah air terjun . sialnya lagi ngajak temen yang bĂȘte dengan air terjun bisa bisa baru 3 x jepretan sudah ngajakin kita pulang..hahahha
- Bawa bekal makanan kecil dan air minum yang cukup, karena terkadang untuk mencapai lokasi air terjun kita perlu berjalan kaki cukup jauh dengan medan yang cukup lumayan menguras energy.
- Usahakan datang pagi hari untuk mendapatkan berkas sinar matahari yang terkadang kita dapati menembus kabut air di antara pepohonan. Selain itu juga untuk mengurangi resiko banyaknya pengunjung yang mungkin bertepatan berkunjung bila hari mulai siang. Anda kan ingin memotret alam kan bukan memotret gadis berbasah basahan.
Langganan:
Postingan (Atom)





