Selasa, 21 Mei 2013

Berkreasi dengan foto Wedding

Yuk belajar lagi tentang foto wedding,kali saya membahas tentang priwedding.
 Kata Foto Pre Wedding berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia akan berarti foto sebelum pernikahan. Namun seiring waktu, banyak yang akhirnya menganggap bahwa foto ini berarti foto di suatu lokasi, dengan konsep serta pakaian yang memang dipersiapkan untuk kemudian hasil foto tersebut dipajang pada acara resepsi, pada undangan dan pada suvenir pernikahan.

1.Menentukan lokasi
 memotret foto pernikahan sering kali harus memilih lokasi yang menarik, sebelum membuat foto lebih baik kompromikan dahulu dengan si pengantin, guna untuk menentukan konsep yang mereka inginkan.
2.Menentukan pakaian
Disini tentukan lah pakaian yang sesuai dengan konsep yang telah di buat, biasanya pakaian yang dipakai lebih dari 4,mulai dari acara resmi,santai,bahkan pakain sehari-hari.
3.Perhatikan tata rias
Jika membuat sebuah pre wedding harus menentukan make up, tonjolkan di bagaian mata. jika kita membuat foto pre wedding di dalam studio haru memerhatian betul tata riasnya.
4.Pilih fotografer yang prefesional
karna fotografer yang baik akan meminta pendapat kita tentang sebuah kosep. Dan juga foto yang di hasilkan sangat memuaskan walau harga nya selangit.






Anda ingin foro pre wedding sebelum menikah nanti? Agar foto-foto pre wedding menjadi menarik dan berkesan, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Menentukan tempat Hal pertama yang harus Anda tentukan dalam pembuatan foto pre wedding adalah tema. Biasanya tema-tema yang ditampilkan untuk foto pre wedding adalah hal-hal yang romantis. Namun, keromantisan tersebut bisa Anda padukan dengan tampilkan di tempat yang berbeda-beda. Misalnya, Anda ingin foto pre wedding bertemakan alam. Untuk itu, Anda bisa melakukan pemotretan di pantai, taman, atau tempat lainnya. 2. Menentukan pakaian pre wedding Cara Membuat Foto Pre Wedding yang Menarik Ist Jika sudah menemukan beberapa tempat untuk melakukan pemotretan pre wedding, maka dan pasangan harus mendisksusikan pakaian apa saja yang nantinya akan dipakai. Untuk pemilihan busana, alangkah baiknya disesuaikan dengan tema yang dipilih. Selain itu, pastikan juga busana Anda dan pasangan cocok jika dipadukan dan menjadi unik dan lucu saat difoto. 3. Perhatikan tata rias Walaupun melakukan foto pre wedding, namun Anda dan pasangan juga perlu memperhatikan tata rias. Dengan riasan yang baik, Anda dan pasangan tentunya akan terlihat mempesona. Selain itu, riasan yang baik juga bisa membuat foto pre wedding menjadi lebih hidup. Jika foto pre wedding dilakukan di dalam studio, maka Anda juga harus benar-benar memperhatikan tata rias. 4. Pilih fotografer yang profesional Peranan fotografer sangat penting dalam pengambilan foto. Untuk itu, pilihlah fotografer yang profesional. Walaupun bayarannya mahal, namun Anda bisa mendapatkan hasil foto yang memuaskan nantinya. Fotografer profesional bisa Anda dapatkan dengan cara melihat hasil-hasil foto pre wedding jepretannya. Selain itu, Anda juga harus bertanya-tanya mengenai foto pre wedding dengannya. 5. Menjelaskan keinginan Anda pada fotografer Jika sudah menemukan fotografer yang profesional, maka Anda bisa menceritakan kisah cinta Anda kepadanya dan konsep apa yang Anda inginkan. Dengan begitu, sang fotografer biasanya akan memilihkan tempatnya untuk Anda dan terkadang konsep yang Anda miliki juga dibuat menjadi lebih menarik olehnya.

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/21/cara-membuat-foto-pre-wedding-yang-menarik/
Copyright © CiriCara.com
Anda ingin foro pre wedding sebelum menikah nanti? Agar foto-foto pre wedding menjadi menarik dan berkesan, sebaiknya simak tips berikut ini:

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/21/cara-membuat-foto-pre-wedding-yang-menarik/
Copyright © CiriCara.com
Anda ingin foro pre wedding sebelum menikah nanti? Agar foto-foto pre wedding menjadi menarik dan berkesan, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Menentukan tempat Hal pertama yang harus Anda tentukan dalam pembuatan foto pre wedding adalah tema. Biasanya tema-tema yang ditampilkan untuk foto pre wedding adalah hal-hal yang romantis. Namun, keromantisan tersebut bisa Anda padukan dengan tampilkan di tempat yang berbeda-beda. Misalnya, Anda ingin foto pre wedding bertemakan alam. Untuk itu, Anda bisa melakukan pemotretan di pantai, taman, atau tempat lainnya. 2. Menentukan pakaian pre wedding Cara Membuat Foto Pre Wedding yang Menarik Ist Jika sudah menemukan beberapa tempat untuk melakukan pemotretan pre wedding, maka dan pasangan harus mendisksusikan pakaian apa saja yang nantinya akan dipakai. Untuk pemilihan busana, alangkah baiknya disesuaikan dengan tema yang dipilih. Selain itu, pastikan juga busana Anda dan pasangan cocok jika dipadukan dan menjadi unik dan lucu saat difoto. 3. Perhatikan tata rias Walaupun melakukan foto pre wedding, namun Anda dan pasangan juga perlu memperhatikan tata rias. Dengan riasan yang baik, Anda dan pasangan tentunya akan terlihat mempesona. Selain itu, riasan yang baik juga bisa membuat foto pre wedding menjadi lebih hidup. Jika foto pre wedding dilakukan di dalam studio, maka Anda juga harus benar-benar memperhatikan tata rias. 4. Pilih fotografer yang profesional Peranan fotografer sangat penting dalam pengambilan foto. Untuk itu, pilihlah fotografer yang profesional. Walaupun bayarannya mahal, namun Anda bisa mendapatkan hasil foto yang memuaskan nantinya. Fotografer profesional bisa Anda dapatkan dengan cara melihat hasil-hasil foto pre wedding jepretannya. Selain itu, Anda juga harus bertanya-tanya mengenai foto pre wedding dengannya. 5. Menjelaskan keinginan Anda pada fotografer Jika sudah menemukan fotografer yang profesional, maka Anda bisa menceritakan kisah cinta Anda kepadanya dan konsep apa yang Anda inginkan. Dengan begitu, sang fotografer biasanya akan memilihkan tempatnya untuk Anda dan terkadang konsep yang Anda miliki juga dibuat menjadi lebih menarik olehnya.

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/21/cara-membuat-foto-pre-wedding-yang-menarik/
Copyright © CiriCara.com
Anda ingin foro pre wedding sebelum menikah nanti? Agar foto-foto pre wedding menjadi menarik dan berkesan, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Menentukan tempat Hal pertama yang harus Anda tentukan dalam pembuatan foto pre wedding adalah tema. Biasanya tema-tema yang ditampilkan untuk foto pre wedding adalah hal-hal yang romantis. Namun, keromantisan tersebut bisa Anda padukan dengan tampilkan di tempat yang berbeda-beda. Misalnya, Anda ingin foto pre wedding bertemakan alam. Untuk itu, Anda bisa melakukan pemotretan di pantai, taman, atau tempat lainnya. 2. Menentukan pakaian pre wedding Cara Membuat Foto Pre Wedding yang Menarik Ist Jika sudah menemukan beberapa tempat untuk melakukan pemotretan pre wedding, maka dan pasangan harus mendisksusikan pakaian apa saja yang nantinya akan dipakai. Untuk pemilihan busana, alangkah baiknya disesuaikan dengan tema yang dipilih. Selain itu, pastikan juga busana Anda dan pasangan cocok jika dipadukan dan menjadi unik dan lucu saat difoto. 3. Perhatikan tata rias Walaupun melakukan foto pre wedding, namun Anda dan pasangan juga perlu memperhatikan tata rias. Dengan riasan yang baik, Anda dan pasangan tentunya akan terlihat mempesona. Selain itu, riasan yang baik juga bisa membuat foto pre wedding menjadi lebih hidup. Jika foto pre wedding dilakukan di dalam studio, maka Anda juga harus benar-benar memperhatikan tata rias. 4. Pilih fotografer yang profesional Peranan fotografer sangat penting dalam pengambilan foto. Untuk itu, pilihlah fotografer yang profesional. Walaupun bayarannya mahal, namun Anda bisa mendapatkan hasil foto yang memuaskan nantinya. Fotografer profesional bisa Anda dapatkan dengan cara melihat hasil-hasil foto pre wedding jepretannya. Selain itu, Anda juga harus bertanya-tanya mengenai foto pre wedding dengannya. 5. Menjelaskan keinginan Anda pada fotografer Jika sudah menemukan fotografer yang profesional, maka Anda bisa menceritakan kisah cinta Anda kepadanya dan konsep apa yang Anda inginkan. Dengan begitu, sang fotografer biasanya akan memilihkan tempatnya untuk Anda dan terkadang konsep yang Anda miliki juga dibuat menjadi lebih menarik olehnya.

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/21/cara-membuat-foto-pre-wedding-yang-menarik/
Copyright © CiriCara.com
Anda ingin foro pre wedding sebelum menikah nanti? Agar foto-foto pre wedding menjadi menarik dan berkesan, sebaiknya simak tips berikut ini: 1. Menentukan tempat Hal pertama yang harus Anda tentukan dalam pembuatan foto pre wedding adalah tema. Biasanya tema-tema yang ditampilkan untuk foto pre wedding adalah hal-hal yang romantis. Namun, keromantisan tersebut bisa Anda padukan dengan tampilkan di tempat yang berbeda-beda. Misalnya, Anda ingin foto pre wedding bertemakan alam. Untuk itu, Anda bisa melakukan pemotretan di pantai, taman, atau tempat lainnya. 2. Menentukan pakaian pre wedding Cara Membuat Foto Pre Wedding yang Menarik Ist Jika sudah menemukan beberapa tempat untuk melakukan pemotretan pre wedding, maka dan pasangan harus mendisksusikan pakaian apa saja yang nantinya akan dipakai. Untuk pemilihan busana, alangkah baiknya disesuaikan dengan tema yang dipilih. Selain itu, pastikan juga busana Anda dan pasangan cocok jika dipadukan dan menjadi unik dan lucu saat difoto. 3. Perhatikan tata rias Walaupun melakukan foto pre wedding, namun Anda dan pasangan juga perlu memperhatikan tata rias. Dengan riasan yang baik, Anda dan pasangan tentunya akan terlihat mempesona. Selain itu, riasan yang baik juga bisa membuat foto pre wedding menjadi lebih hidup. Jika foto pre wedding dilakukan di dalam studio, maka Anda juga harus benar-benar memperhatikan tata rias. 4. Pilih fotografer yang profesional Peranan fotografer sangat penting dalam pengambilan foto. Untuk itu, pilihlah fotografer yang profesional. Walaupun bayarannya mahal, namun Anda bisa mendapatkan hasil foto yang memuaskan nantinya. Fotografer profesional bisa Anda dapatkan dengan cara melihat hasil-hasil foto pre wedding jepretannya. Selain itu, Anda juga harus bertanya-tanya mengenai foto pre wedding dengannya. 5. Menjelaskan keinginan Anda pada fotografer Jika sudah menemukan fotografer yang profesional, maka Anda bisa menceritakan kisah cinta Anda kepadanya dan konsep apa yang Anda inginkan. Dengan begitu, sang fotografer biasanya akan memilihkan tempatnya untuk Anda dan terkadang konsep yang Anda miliki juga dibuat menjadi lebih menarik olehnya. Itulah cara agar hasil foto pre wedding memuaskan. Ketahuilah bahwa foto yang baik adalah foto yang bisa memunculkan emosi bagi para penyaksinya. Untuk itu, sangat dibutuhkan keselarasan antara tema foto, busana, tata rias dan kemampuan sang fotografer. (NR)

Read more at: http://ciricara.com/2013/05/21/cara-membuat-foto-pre-wedding-yang-menarik/
Copyright © CiriCara.com

Senin, 20 Mei 2013

belajar bikin makro dengan kamera saku yukk...









 bagi teman-teman yang punya kamera poket ngk usah berkecil hati, kamera kali juga bisa buat bikin gambar exsotis, salah satunya makro,simak yaa tips nya






Meskipun hasilnya tidak akan sedahsyat jika memggunakan kamera DSLR plus lensa makro (ingat tentang rasio 1:1?), anda tetap bisa memotret dan menghasilkan foto makro yang indah hanya dengan menggunakan kamera saku. Anda bisa lihat foto-foto yang ada di artikel ini, semua dihasilkan dengan kamera saku.
Pengen tahu tips-nya? silahkan:

Gunakan Mode Makro


Pilih mode ini jika anda ingin memaksimalkan fitur makro yang sudah di setel oleh produsen kamera saku. Mode makro biasanya disimbolkan dengan ikon bunga di kamera anda. Jika anda memilih mode ini, anda memberitahu kamera bahwa anda ingin memotret dengan jarak fokus yang lebih dekat dibanding biasanya (jarak fokus terdekat biasanya berbeda dari kamera satu ke kamera lainnya). Mode makro juga berarti kamera akan memilih aperture yang besar, sehingga obyek dalam fokus akan tajam sementara background-nya sedikit kabur.

Gunakan Tripod


Meskipun anda hanya menggunakan kamera saku, tripod sangat membantu ketajaman foto makro anda. Selain mengurangi goyangan kamera, tripod juga membantu anda dalam membangun komposisi dan sudut pemotretan yang lebih oke.

Setting Aperture

Jika kamera saku anda memiliki fitur untuk mengubah setting aperture saat dalam mode makro, bereksperimenlah dengan mengubah besaran aperture – f/x. Pilih angka x yang besar jika anda ingin bidang fokus yang luas (semua tampak fokus), atau pilih x yang kecil jika anda hanya ingin bidang fokus yang sempit (sehingga area diluar titik fokus tampak kabur). Mulailah dari angka yang aman, coba gunakan f/4 atau f/5.6 sebagai permulaan.
Tone on tone

Fokus

Jika kamera memungkinkan, gunakan setting manual focus, sehingga anda lebih leluasa menentukan dimana titik yang ingin anda anggap sebagai titik fokus. Biasanya dalam mode makro, settingan fokus manual akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding auto. Contohnya saat memotret bunga, kita akan bisa memastikan titik fokus jatuh di kelopak bunga dan tidak di tangkainya.
Komposisi
Baca lagi tips tentang komposisi atau paling tidak ketahui tentang teori rules of third. Gunakan background yang simpel dan tidak terlalu sibuk sehingga foto akhir nanti akan lebih enak dilihat.

Lighting

jambalaya
Menggunakan flash di kamera saku justru akan menghasilkan foto yang tidak terlalu bagus. Matikan flash dan manfaatkan cahaya matahari tidak langsung, misalnya cahaya dari jendela atau saat mendung. Cahaya matahari langsung akan terlalu keras untuk kamera anda. Anda juga bisa memanfaatkan reflektor sederhana misalnya kertas putih, styrofoam atau alumunium foil untuk menerangi obyek yang terlalu gelap.

Gunakan Timer Kamera


Manfaatkan timer yang ada di kamera saku anda sehingga gambar yang dihasilkan jauh lebih tajam. Saat jari memencet tombol shutter di kamera, maka goyangan kamera akan membuat foto anda tidak tajam, untuk itulah timer akan sangat berguna karena kita bisa mengaktifkan kamera tanpa harus memencet tombol shutter. Anda membutuhkan tripod supaya lebih enak dalam memanfaatkan timer.




sumber:http://belajarfotografi.com/tips-memotret-foto-makro-dengan-kamera-saku/

tips motret landscape








1. Perhatikan Horizon


Jika kita berhadapan dengan suatu pemandangan, hampir dapat dipastikan kita akan melihat garis horizontal yang membentang dan membelah gambar menjadi dua bagian. Ini disebut garis horizon. Dalam Fotografi Landscape, jika salah satu bagian lebih menarik. Berilah porsi 2/3 dari frame. Dan yang kurang menarik beri sisanya yaitu 1/3. Memang tidak mutlak, tetapi bila POI berada pada bagian yang 2/3 maka kesannya akan lebih kuat.
2. Pertimbangkan langit

Langit adalah elemen yang cukup penting dalam landscape.Jika dalam pemotretan langit kurang bagus, usahkan jangan menempatkan pada 2/3 frame. Ini akan menimbulkan kesan yang flat dan membosankan. Tetapi jika keaadan langit dan awan dalam formasi yang ‘wow’, jangan ragu untuk penuhi frame dengan langit. Gunakan filter untuk meningkatkan kontras dan saturasi langit seperti Gradual neutral density dan Polarizer.
3. Cari Focal Point

Focal point adalah titik dimana mata kita berhenti pada saat memandang sebuah foto. Tanpa focal point, mata kita tidak akan fokus dalam melihat foto. Seperti jenis fotografi lainnya, fotografi landscape juga membutuhkan focal point. Focal point dapat berupa batu, rumput, ranting, bunga. Apapun yang sepertinya menyatu dengan alam dapat dijadikan focal point. Jangan lupakan pengaplikasian rule of third dalam penempatan focal point.
4. Jangan lupakan foreground.
Foreground bisa menjadikan foto kita lebih berdimensi. Ada sense of depth dari foto kita jika kita meletakan foreground dengan benar. Seringkali foreground menjadi POI dari foto landscape kita.
5. Gunakan Tripod
 
Mungkin sejak zaman digital orang sering melupakan tripod. Buat apa tripod, kalau ISO tinggi sudah bagus hasilnya. Lensa-pun sudah ada yang dengan stabilizer. Ups, jangan salah sangka dulu, tripod hukumnya wajib bagi landscaper. Untuk Exposure diatas satu detik (pasti sering lho), tripod sangat dianjurkan. Walaupun tripod agak repot untuk dibawa, tetapi akan membuat anda tersenyum nantinya.
6. Maksimalkan Depth of Field (DoF)
Yang namanya landscape fotografi, pada umumya semua elemen dalam keadaan fokus. Walaupun tidak mutlak, inilah konsep dasar dari fotografi landscape. Untuk itu gunakan aperture sekecil mungkin. Dan jika perlu, terapkan konsep hyporfocal distance. Dan jika kita mengecilkan aperture, otomatis shutter speed akan berkurang dan tripod dibutuhkan.
7. Tangkap gerakan alam

Mungkin sebagian orang berfikir foto landscape adalah foto yang tenang, damai, kalem dll. Tapi kita bisa menambahkan sedikit drama pada foto landscape kita. Dapat berupa ombak di laut, pohon yang tertiup angin, awan yang berjalan, dsb. Dalam menangkap gerakan seperti ini, dibutuhkan beberapa peralatan pendukung seperti filter ND (neutral density) dan tripod. Jika kita berhasil menangkapnya, foto landscape kita akan terasa “otherworld” dengan mood yang sangat kuat.
8. Bekerja sama dengan cuaca

Cuaca tidak dapat kita prediksi. Kita cuma bisa menunggu waktu yang tepat untuk memotret. Kebanyakan pemula berfikir foto landscape yang bagus adalah pada saat hari yang cerah. Ini tidak sepenuhnya salah, disini sudah dijelaskan jenis – jenis fotografi landscape. Foto yang diambil saat hari cerah sudah biasa dan biasa dijadikan foto kalender. Jika kita ingin foto landscape yang sedikit berbeda, memotretlah pada saat cuaca yang tidak biasa. Misalnya saat terjadi badai, mendung, sehabis hujan, langit gelap dengan sedikit sinar matahari, dan kondisi “extrem” lainnya. Foto anda akan lebih berkarakter, karena kejadian yang anda foto barusan tidak akan terulang lagi.
9. Golden hour

Cahaya dari samping akan menunjukan sebuah dimensi dan tekstur yang kuat untuk sebuah objek. Dalam fotografi landscape, cahaya dari samping muncul saat pagi hari dan sore hari. Pada waktu ini, warna – warni terlihat sangat bagus dan landscape terlihat sangat hidup. Dinamakan golden hour karena warna warni pada waktu ini adalah merah-kuning-seperti-emas. So, memotretlah pada waktu ini ya. 
10. Garis dan bentuk

Bermainlah dengan komposisi. Garis dapat menjadi focal point yang sangat kuat karena membantu mata kita menelusuri foto landscape kita. Garis dapat memberikan kedalaman ruang yang luar biasa, perspective yang berbeda. Temukan garis dalam foto anda dan jadikan itu kekuatan yang hebat!

Minggu, 19 Mei 2013

trik memotret portrait



 







Foto portrait, foto potret atau foto wajah seringkali adalah foto yang paling sering kita hasilkan. Kalau anda memiliki keluarga, saya yakin merekalah obyek foto yang paling sering ada dan mudah tersedia. Begitu juga kalau anda memiliki pacar, sahabat dll. Dalam artikel ini akan kita bahas 20 tips foto portrait. Silahkan:Silahkan:

1. Fotolah mereka di tempat yang membuat mereka nyaman.

Pernah mencoba memotret kakek anda di studio foto? canggung bukan. Sekali waktu cobalah foto mereka di lingkungan kerja mereka, misal di rumah saat membaca koran, dikantor saat bekerja. Foto portrait anak-anak adalah contoh termudah: saat mereka sedang bermain dengan mainan favoritnya, saat mata mereka terlihat ceria, potretlah.

2. Fotolah Anak-anak dari ketinggian yang sama dengan mata mereka.

Jongkoklah dan buat lensa sejajar dengan mata mereka, baru ambil foto mereka. Baca juga tips memotret anak-anak.

3. Maksimalkan pencahayaan dari jendela.

Tidak masalah jika kita tidak memiliki flash eksternal atau lighting yang canggih, jutsru kita bisa memaksimalkan pencahayaan alami, gunakan cahaya yang melewati jendela anda. Posisikan obyek foto disamping jendela sehingga cahaya dari jendela menerpa wajah darri arah samping, bukan tegak lurus ke wajah.

4. Hindari penggunaan on-camera flash.

On camera flash adalah flash bawaan yang menempel dikamera anda. Karena cahaya yang keluar dari flash ini arahnya tegak lurus dengan wajah maka pencahayaan akan bersifat keras dan datar yang bukannya memperindah wajah obyek foto justru membuatnya terlihat keras.

5. Overexpose foto dengan sengaja.

Dengan sengaja menaikkan eksposure kamera untuk memotret wajah membuat wajah terlihat lebih putih, bersih dan terkesan modern. Kalau anda amati foto-foto wajah di majalah cenderung memakai teknik ini. Teknik overexpose sengaha ini juga sering disebut high key.

6. Ajak bicara obyek foto.

Dengan mengajak bicara si obyek foto , kita memecahkan ketegangan dan membuat wajah mereka lemas, syukur-syukur bisa membuat mereka tersenyum lepas. Anda bisa menanyakan hal-hal standar meskipun garing, misal :”Dulu saat masih kecil aku suka mencuri buah di halaman rumahmu loh?” atau “Aku lihat nilai UN kamu 9 semua, gimana caranya?”. (Garing banget ya? saya tahu saya memang garing)

7. Kalau obyek fotonya benar-benar pemalu, kasih pasangannya.

Seringkali kita bertemu obyek foto yang benar-benar tidak tahu pencitraan, begitu lensa mengarah ke wajah mendadak mereka mati gaya. Kasih mereka teman, bisa sahabatnya, pacarnya, istrinya atau anaknya.

8. Ketahui tujuan pemotretan.


Pastikan kita tahu buat apa foto itu nantinya. Jika digunakan untuk membuat foto profil facebook, gunakan orientasi vertikal. Jika anda memotret untuk undangan pernikahan usahakan dalam orientasi landscape (horisontal) sesuai orientasi undangannya.

9. Memotret di siang bolong tidak masalah asal anda tahu triknya.

Untuk memotret di siang bolong, posisikan obyek foto membelakangi matahari, lalu gunakan mode spot metering (baca tentang metering). Ambil pengukuran di area mata atau hidung lalu potret. Background akan overexposed, tapi wajah akan bagus.

10. Buat komposisi lalu fokus dan bukan sebaliknya

Aturlah komposisi foto, kalau anda sudah mantap barulah ambil fokus di area mata lalu baru foto.

11. Kasih si model mainan.

Menjadi obyek foto alias model itu bukan pekerjaan gampang, kalau kita memotret ukurannya jelas: eksposur-komposisi-cahaya dll, kalau model tidak ada yang terukur pasti. Hanya ada mereka versus si fotografer + lensa moncong besar. Untuk membantu mereka rileks, bawalah beberapa prop (dari property), misal: bunga, topi, permen karet, mainanan anak, kursi, buku dll. Dengan begitu mereka bisa bermain-main dengan prop tadi dan menjadi rileks.

12. Saat memotret kelompok, arahkan fokus di orang yang terdekat dengan kamera.

Anda akan menyesalinya jika tidak, arahkan fokus di muka orang yang terdekat dengan kamera. Kalau andamengarahkan fokus di tempat lain, biasanya wajah orang terdekat akan sedikit tidak fokus jika kita menggunakan aperture besar.

13. Periksa ketajaman foto dengan mengecek bulu mata.

Agak susah mengecek tajam tidaknya foto dari LCD kamera, tapi tetap bisa dikerjakan. Zoom foto semaksimal mungkin lalu scroll ke arah bulum mata atau alis. Kalau anda bisa melihat masing-masing bulu mata terlihat tajam berarti foto anda akan super tajam, kalau tidak, jangan malas… ulangi. (baca tips agar foto selalu tajam)

14. Kalau anda hobi foto portrait, beli vertical grip.

Selain memberi ekstra batere, vertical grip juga sangat memudahkan kita dalam mengkomposisi foto dengan orientasi vertikal. Selain itu tangan menjadi lebih lincah saat beroperasi dalam orientasi vertikal.

15. Untuk foto candid, gunakan lensa tele.

Untuk membuat foto candid yang baik, anda harus “menghilang” dari lokasi. Artinya orang tersebut tidak akan begitu sadar akan keberadaan anda mengincar wajahnya. Dalam sebuah acara: wedding, pesta atau kumpul-kumpul, keluarkan lensa tele anda dan “menghilanglah” dari lokasi. Anda bisa memotret orang tersebut dari kejauhan tanpa dia menyadarinya sehingga ekspresinya benar-benar lepas dan spontan.

16. Untuk foto portrait jalanan (street), gunakan lensa kecil dan kamera kecil.

Berkeliaran dijalan atau pasar dengan lensa monster dan kamera kelas kakap akan membuat nervous orang-orang, maka gunakan lensa dan kamera yang tidak terlalu mencolok.

17. Beromunikasilah secara jelas.

Kemampuan berkomunikasi secara jelas adalah syarat penting untuk fotografer portrait. Interaksi yang baik dengan model akan membantu kita menghasilkan foto yang bagus, begitu pula saat mendiskusikan konsep pemotretan, menentukan lokasi, jenis pakaian dll.

18. Manfaatkan reflektor cahaya alami.

Saat memotret di pantai dengan pasir putih, pasir putih adalah reflektor alami yang bagus. Saat memotret di kota, kita bisa memanfaatkan mobil warna silver atau tembok. Saat memotret di danau, air adalah pemantul cahaya alami. Jangan menyerah jika anda lupa membawa atau memang tidak punya reflektor.

19. Tunggu saat mendung.

Saat mendung adalah saat yang bersahabat bagi fotografer portrait. Mendung membuat cahaya matahari menjadi rata dan lembut karena mendung menjadi reflektor raksasa di atas sana.

20. Saat memotret anak-anak yang bermain, gunakan continous mode.

Memotret anak-anak yang sedang main bola, berlarian atau bermain lompat tali membutuhkan kecepatan. Gunakan shutter priority, set shutter yang cepat. Lalu ubah mode ke continous mode.


sumber:http://belajarfotografi.com/20-tips-foto-portrait/

belajar memotret dimalam hari

bagi temen-temen yang sulit memotret di malam hari..
ni ada tips yang oke..simak yaa

1. TIMING. Jika Anda harus memotret di luar ruangan di malam hari, pilihlah waktu sesaat setelah matahari terbenam, karena pada saat ini, langit masih menyimpan pendaran cahaya yang bagus. Apalagi jika ingin menambah tekstur cahaya di foto Anda. Pertimbangkan pula saat ketika bulan purnama atau bulan tinggi. Dengan pengaturan speed shutter yang tepat, Anda akan menghasilkan kualitas gambar bernuansa malam yang indah.

2. PERALATAN. Gunakan properti Tripod. Jika Anda tidak memiliki pertimbangkan alat bantu yang lain seperti obyek yang kokoh. Contohnya meja, pagar tembok. Semuanya untuk menahan kestabilan kamera Anda. Akan lebih baik jika Anda gunakan remote shutter atau kabel shutter. Karena bagaimana pun juga Kamera dengan kecepatan shutter yang rendah diperlukan untuk mengambil gambar di malam hari, untuk mendapatkan pasokan cahaya sebanyak mungkin. Untuk itu, kamera kita sangat rentan terhadap goyangan.
3. CUACA. Akan lebih bijaksana bagi Anda untuk memeriksa ramalan cuaca, supaya Anda tidak mendapatkan hujan pada saat mengambil gambar. Meskipun badai petir dan awan yang cerah akan membuat subjek yang spektakuler. Set shutter speed pada B-shutter speed atau shutter held open. Artinya shutter akan dipertahankan membuka selamat waktu exposure hingga 1 detik. Disarankan juga agar Anda membawa fixed-local lens, dengan kisaran dari 28mm ke 135mm minimum. Dengan posisi SLR terpasang ke tripod, setting juga pada ISO rendah (100 atau 200). Masih berhubungan dengan cuaca, perhatikan pula kondisi sekeliling. Hindari di bawah pohon yang berpotensi roboh atau air hujan yang tiba-tiba datang serta angin. Cek disini www.weatherscapes.com untuk persiapan lengkap terhadap kondisi cuaca buruk.
4. FLASH. Hindari penggunaan Flash. Anda dapat melakukannya dengan mudah dengan membawa tripod, atau jika Anda memiliki cahaya yang cukup untuk menembak tanpa Flash. Cahaya Flash ini membuat subjek Anda terlihat palsu, dan flash memantul dari jendela dan cermin, yang masih dapat dilihat bahkan jika mereka jauh di belakang.

5. Exposure dan Aperture. Gunakan kecepatan shutter lamban untuk memungkinkan lebih banyak cahaya untuk foto Anda. Secara umum, Anda ingin eksposur baik dari setengah detik atau lebih, tapi sebenarnya dengan dua atau tiga detik akan jauh lebih baik. Sedangkan aperture, sebuah situs Dasar Fotografi Digital yang memuat tips-tips memilih kamera digital merekomendasikan bahwa dengan lebih lamanya eksposur, Anda harus menggunakan aperture yang lebih kecil untuk menghindari setiap over-exposing dari lampu stasioner. dalam gambar. Sebaliknya, jika Anda menembak dengan shutter-speed yang lebih singkat, gunakan aperture yang lebih besar untuk menghindari noise gerak foto Anda.

6. ISO. Secara umum, Anda ingin kamera anda menggunakan nomor ISO yang lebih tinggi untuk mengimbangi kekurangan cahaya. Tetapi harus diingat, cek terus menerus hasil foto Anda, apakah tidak ada tekstur kasar atau grainy di sana.

7. Matikan fitur Anti-Shake. Karena sebelumnya kita sudah sarankan memakai Tripod, maka sebisa mungkin fungsi Anti-Goyang dinon-aktifkan. Karena
jika kamera stabil, fungsi-fungsi ini dapat memberikan efek goyang yang otomatis ketika fungsi Anti-shake ini berusaha untuk melawan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

8. Perhatikan Keamanan. Dalam arti keseluruhan. Memotret di luar ruangan pada malam hari, tentu lebih tidak aman dari pada di siang hari atau di dalam ruangan. Anda harus pertimbangkan ketika ada barang-barang perlengkapan yang jatuh atau lebih jauh amankan dari tangan-tangan jahil. Apalagi kamera Anda adalah kamera yang berkualitas yang kadang bernilai mahal. Membawa senter atau lampu penerang pembantu dan asisten mungkin lebih bijaksana. Anda akan lebih berkonsentrasi dengan kegiatan fotografi Anda. Selamat beraktifitas ya.....


sumber:http://tech.planetremaja.com/2012/06/tips-memotret-malam-hari.html

Jumat, 17 Mei 2013

memahami fotografi pre wedding

Sobat-Sobat  mari baca blog aku kali ini...
Memahami fotografi pre Wedding

Dunia wedding photography adalah  kegiatan yang hanya memotret sepasang pengantin baik saat kegiatan pemberkatan maupun pose sepasang mempelai itu di outdoor maupun di dalam studio. Sementara fotografi prewed yang hanya marak di Indonesia  semata memotret sepasangPhoto Pernikahan foto yang dipasang di ruang resepsi, dan secara umum hanyalah foto dua manusia yang sedang berbahagia.
Namun, jangan sepelekan bisnis yang terjadi di dunia Photo Pernikahan ini. Walau dia umumnya satu paket dengan fotografi pernikahannya nanti, fotografi prewed telah menjadi batu loncat ratusan fotografer pemula untuk terjun ke dunia profesional.

Kalau saja Anda akan menikah dalam waktu dekat dan tempat pernikahan Anda cukup fotogenik, seperti Masjid Istiqlal Jakarta, Gereja Blenduk Semarang, atau Gereja Imanuel, Gambir, Jakarta, percayalah, Anda bisa mendapatkan beberapa fotografer gratisan. Mereka adalah pemula dalam bisnis ini dan berniat mengumpulkan portofolio untuk modal kerja selanjutnya. Seorang fotografer Photo Pernikahan yang ingin mendapatkan kerja memotret acara perkawinan wajib punya contoh-contoh pemotretannya agar sang calon klien bisa yakin pada mutu sang fotografer sekaligus bisa memilih tipe-tipe dan gaya pemotretannya.

Sejalan dengan waktu, saat ini hampir semua tempat, terutama sekitar Jakarta, menuntut pembayaran kalau dipakai untuk pemotretan prewed.

Beberapa kompleks perumahan bahkan memasang tarif sampai tujuh digit rupiah. Sampai saat ini hanya perumahan Springhill di kawasan Kemayoran yang justru mengadaptasi kebutuhan fotografi prewed dengan cuma-cuma.

Dalam memotret prewed atau Photo Pernikahan, seorang fotografer harus mampu mengarahkan gaya sang calon pengantin (kalau perlu membawa pengarah gaya) serta bisa memanfaatkan keindahan tempat pemotretan dengan maksimal. Namun, kalau tidak waspada, keindahan tempat yang dipakai justru bisa membawa risiko pada kerusakan alat seperti yang terekam di halaman ini.

Foto karya Bambang Djatmiko tersebut merekam kegiatan fotografi prewed yang membuat para pelakunya tersapu gelombang. Walau tak ada korban jiwa, salah satu kamera yang dipakai rusak oleh air laut.
Berapa uang yang didapat seorang fotografer untuk pemotretan prewed atau Photo Pernikahan?
Inilah hal tersulit bagi seorang pemula untuk menentukan tarif. Kalau Anda akan memulai bisnis fotografi perkawinan dan prewed, mulailah segalanya dengan menentukan berapa Anda akan dibayar. Mutu dan harga haruslah sebanding. Saat ini di Jakarta, rentang biaya fotografi prewed profesional adalah sekitar Rp 1 juta sampai dengan Rp 100 juta.
Fotografi prewed adalah cabang fotografi komersial yang termudah sekaligus tersulit.

Semoga Bermanfaat ya teman-teman.
sumber: http://www.mediabangsa.com/hobi/fotografi/2218-belajar-memahami-fotografi-pre-wedding.html

Kamis, 16 Mei 2013

tips memotret model di waktu matahari terik

temen-teman yang lagi susah buat motret model di kala sedang panas...
nah disini ada beberapa trik...simak yaa

1. Fill Flash

Sobat mungkin akan berpikir: Terasa aneh ketika menyalakan flash disiang hari, tetapi inilah salah satu waktu yang tepat untuk mempergunakan flash. Bayangan gelap yang ada di wajah subyek foto (biasanya ada di bagian bawah mata) ketika memotret disiang hari bisa dihilangkan dengan hanya menambahkan sedikit cahaya dari flash built ini kalian.
 

2. Memotret di teduhan/naungan

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya "belang-belang" dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.
Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita. 
 
 

3. Gunakan Reflektor

Tips kali nomor Tiga ini tidak berarti Sobat harus selalu menyiapkan reflektor di dekat kalian, walaupun ada fotografer yang selalu membawa reflektor portable kecil di dalam tas kamera mereka. Jika Sobat tidak ingin repot membawa reflektor, kalian masih bisa menggunakan prinsip dasar bagaimana memantulkan sedikit cahaya ke arah wajah subyek guna membantu menerangi bagian wajah yang terkena bayangan.
Prinsipnya adalah setiap permukaan yang bewarna putih (atau terang) bisa berperan sebagai reflektor cahaya, dan jika diposisikan pada sudut yang tepat maka kalian bisa memanfaatkannya untuk memberi subyek/model sedikit cahaya ekstra.
 
sumber:http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5471425373982746258#editor/target=post;postID=1723770374600770413