Gambar atau foto portret produk yang representatif sangat
penting untuk membuat orang tertarik membeli produk anda. Karena semua
orang tahu bahwa melalui internet calon pembeli tentu saja tidak bisa
melihat secara langsung produk yang anda jual.
Lalu, bagaimana caranya agar anda bisa mendapatkan hasil foto portrait
yang baik? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu anda membuat
foto produk yang baik:
1. Sediakan waktu khusus untuk memotret. Usahakan agar anda bisa
berkonsentrasi penuh untuk memotret produk anda. Jika terburu-buru,
hasil foto produk anda akan terlihat tidak maksimal dan kurang baik.
2. Memotret di siang hari. Jika anda menggunakan peralatan kamera standar (bukan kamera professional atau jasa fotografi, atau foto studio),
lebih baik gunakan kekuatan sinar matahari untuk pencahayaan. Hal ini
penting diperhatikan karena kekuatan sinar flash dari kamera kadang
membuat warna produk menjadi berbeda dengan aslinya dan kekuatannya
tidak mencukupi untuk bisa menampilkan keindahan produk anda. Selain itu
jika produk anda termasuk benda yang bisa memantulkan sinar dan anda
menggunakan sinar flash, akan tampak ada pantulan cahaya di produk anda.
3. Tata rapi produk anda. Jangan asal memotret, untuk produk sandang,
pasang produk pada manekin, buka lipatannya, dan jika mungkin, setrika
terlebih dahulu agar tidak terlihat garis bekas lipatan. Pakaikan pada
model, agar calon pembeli bisa membayangkan bentuknya saat dikenakan.
4. Perhatikan detail. Jika produk memiliki detail yang ingin ditonjolkan, ambil foto dari beberapa sudut. Dan juga foto close up di foto studio detail yang ingin diperlihatkan.
5. Ambil beberapa foto untuk satu produk. Hal ini akan memudahkan anda untuk memilih foto terbaik yang akan ditampilkan.
6. Pergunakan backdrop polos. Sebisa mungkin gunakan latar belakang polos untuk memudahkan proses pengeditan.
7. Edit foto sebelum di-upload. Besarnya file foto yang kita upload akan
mempengaruhi kecepatan download website/blog kita. Sesuaikan resolusi
dan besarnya gambar yang akan di-upload. Biasanya resolusi yang cukup
”web friendly” adalah resolusi vga (800×600 pixel).
8. Be creative! Jangan hanya memotret produk apa adanya. Tambahkan
elemen-elemen lain yang bisa mempercantik produk. Siapa tahu elemen
tersebut malah bisa kita jual juga.
dikutip dari berbagai sumber
Sabtu, 04 Mei 2013
Kamis, 02 Mei 2013
Bagaimana membuat foto makanan seperti diatas?
Karakteristik: foto makanan dengan dominasi putih sehingga tampak kontras dan segar serta DOF yang sangat dangkal.
Trik:
- Kuncinya adalah pencahayaan dari arah belakang (backlighting). Lakukan pemotretan didekat jendela dengan posisi makanan membelakangi jendela dan meghadap anda.
- Letakkan makanan diatas alas yang serba putih (foam, kertas maupun kain putih disekelilingnya).
- Agar pencahayaan cukup merata, gunakan reflektor (styrofoam atau kertas) untuk memantulkan cahaya jendela dan letakkan didepan dan disamping makanan.
- Untuk mendapatkan efek blur di belakang, gunakan setting aperture f/4 atau lebih besar (f/3.5, f/2.8, …dst)
- Gunakan tripod agar komposisi lebih bagus dan hasil lebih tajam
- Jika anda cukup beruntung memiliki 2 buah lampu flash, pakailah main light dibelakang obyek dan fill light didepan dan disamping – fill light bisa menggunakan reflektor dengan bahan seperti disebut diatas
Memahami apa sebenarnya Fotografi Komersial
Fotografi komersial mungkin terbaik didefinisikan sebagai foto y untuk yang fotografer adalah dibayar untuk gambar daripada karya seni. Dalam spektrum ini, uang bisa dibayar untuk subjek dari foto atau foto itu sendiri.
Grosir, menggunakan ritel, dan profesional Fotografi akan jatuh di bawah definisi ini. fotografer komersial biasanya mengambil gambar dari berbagai mata pelajaran seperti fotografi Iklan, fotografi fashion, foto TKP, masih hidup, makanan, glamour, editorial, struktural, foto jurnalistik, pernikahan dan acara, satwa liar, berbagi foto dan fotografi lanskap, hanya untuk daftar varietas. Fotografi komersial adalah tempat paparazi akan datang ke dalam bermain. Foto-foto ini digunakan dalam berbagai media, termasuk buku, laporan, iklan, dan katalog.
Fotografer membutuhkan penglihatan yang baik, kemampuan artistik, dan baik tangan-mata organisasi. Mereka harus bersabar, tepat, dan detail-oriented. Mereka harus dapat bekerja dengan baik dengan orang lain, karena mereka secara teratur berurusan dengan klien, desainer grafis, dan spesialis iklan dan penerbitan. Ini adalah suatu keharusan bagi fotografer untuk mengetahui bagaimana menggunakan program perangkat lunak komputer dan aplikasi yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan dan mengedit foto. Hal lain, orang-orang yang memasarkan secara langsung kepada klien harus tahu bagaimana menggunakan Internet untuk menunjukkan karya mereka.
Dalam industri komersial Anda
harus tahu apa cerita di balik foto tersebut, tetapi Anda perlu
imajinatif, kreatif, dan asli. Ada persaingan di daerah ini, seperti
yang Anda inginkan fotografi Anda untuk berdiri terpisah dari
rekan-rekan Anda di bidang fotografi komersial.
Banyak orang mengambil foto untuk pemenuhan diri atau tujuan komersial. Fotografi komersial yang dibutuhkan oleh lembaga berikut atau Bisnis: biro iklan, biro desain, majalah fashion, perusahaan yang menjual produk (misalnya, Kellogg, Hunt, Gap, Emerson, dll), Majalah, penulis untuk ilustrasi buku, dan banyak industri lainnya.
Candid fotografi adalah bentuk
fotografi komersial tetapi pada tingkat yang berbeda. Hal ini
membedakan diri dari paparazi dalam arti bahwa hal itu direncanakan
tetapi menangkap momen terbaik dalam spontanitas, tidak mengganggu, dan
dalam sekarang. Sesi foto candid biasanya urusan pribadi, seperti
liburan, ulang tahun, dan resepsi pernikahan.
Referensi: http://www.newbrightapples.com
Grosir, menggunakan ritel, dan profesional Fotografi akan jatuh di bawah definisi ini. fotografer komersial biasanya mengambil gambar dari berbagai mata pelajaran seperti fotografi Iklan, fotografi fashion, foto TKP, masih hidup, makanan, glamour, editorial, struktural, foto jurnalistik, pernikahan dan acara, satwa liar, berbagi foto dan fotografi lanskap, hanya untuk daftar varietas. Fotografi komersial adalah tempat paparazi akan datang ke dalam bermain. Foto-foto ini digunakan dalam berbagai media, termasuk buku, laporan, iklan, dan katalog.
Fotografer membutuhkan penglihatan yang baik, kemampuan artistik, dan baik tangan-mata organisasi. Mereka harus bersabar, tepat, dan detail-oriented. Mereka harus dapat bekerja dengan baik dengan orang lain, karena mereka secara teratur berurusan dengan klien, desainer grafis, dan spesialis iklan dan penerbitan. Ini adalah suatu keharusan bagi fotografer untuk mengetahui bagaimana menggunakan program perangkat lunak komputer dan aplikasi yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan dan mengedit foto. Hal lain, orang-orang yang memasarkan secara langsung kepada klien harus tahu bagaimana menggunakan Internet untuk menunjukkan karya mereka.
Banyak orang mengambil foto untuk pemenuhan diri atau tujuan komersial. Fotografi komersial yang dibutuhkan oleh lembaga berikut atau Bisnis: biro iklan, biro desain, majalah fashion, perusahaan yang menjual produk (misalnya, Kellogg, Hunt, Gap, Emerson, dll), Majalah, penulis untuk ilustrasi buku, dan banyak industri lainnya.
Referensi: http://www.newbrightapples.com
Rabu, 01 Mei 2013
tips motret food
Nah seperti apa teknik memotret makanan yang baik, berikut tipsnya agar hasil foto kian menarik. Pertama, OpenRicers mesti memperhatikan teknik pencahayaan.
Baik dengan kamera profesional, kamera pocket atau kamera ponsel selalu
temukan lebih dulu keseimbangan cahayanya. Memotret makanan biasanya
dilakukan dalam ruangan atau studio. Karenanya lampu flash amat
diperlukan, pastikan arah lampu flash bukan dari depan objek namun dari
samping atau belakang. Teknik fotoografi ini mudah dilakukan terlebih
lagi bila latarbelakangnya putih karena warna putih mampu menetralisir
cahaya. Dan lebih bagus lagi kalau kamu menggunakan cahaya matahari.
Teknik sederhananya adalah dengan menggunakan cermin kecil untuk
memfokuskan cahaya pada bagian-bagian tertentu dari piring untuk
membantu mengurangi bayangan yang keras atau untuk menarik perhatian
pada area yang diinginkan.

Kedua, teknik pengambilan angle. Kebanyakan orang salah kaprah saat memotret makanan dengan mengambil angle dari atas atau dari sudut 45 derajat. Padahal gambar terbaik akan dihasilkan jika kamu memotret serendah mungkin. Maksudnya ambil sudut terendah dari objek namun bukan dari bawah objek.
Ketiga, memotret sesegera mungkin. Makanan yang baru saja selesai dimasak akan terlihat begitu segar, jadi segera ambil gambar saat komposisi warna makanan masih terlihat fresh di mata kamera. Gunakan minyak untuk membantu menciptakan efek mengkilat pada makanan dengan cara mengoleskannya.
Keempat, gunakan warna netral untuk latarbelakang objek. Warna putih memang selalu menghasilkan efek pencahayaan yang netral. Selain itu warna putih juga bisa mengimbangi komposisi warna jika objek foto adalah makanan dengan bahan-bahan yang colourful. Efek mewah juga akan terpancar jika kamu menggunakan piring putih saat penyajiannya.

Kelima, fokuskan pada detail objek. Misalnya kamu akan memotret sepiring steak, pastikan bekas tanda panggangan yang berselang-seling pada daging terlihat jelas dan berada pada posisi yang sempurna di atas piring. Atau jika kamu akan memotret sushi, maka pastikan setiap potongan ditempatkan secara menarik. Usahakan tidak terlalu membuat isi piring terlalu penuh yang justru akan mengurangi keindahannya.

Terakhir, crop in tightly. Usahakan untuk mengedit hasil foto dengan komposisi objek benar-benar mendominasi frame. Step terakhir ini akan lebih mudah dilakukan jika saat memotret kamu sudah mengambil objek foto dengan fokus yang baik. Dengan demikian akan lebih mudah terlihat hal-hal detail pada objek foto.
fotografi komersil mempunyai keunikan tersendiri mulai dari memotret,pencahayaan, dan tata tempatnya.
Sumber: http://id.openrice.com/bali/restaurant/article/detail.htm?article_id=1443
Kedua, teknik pengambilan angle. Kebanyakan orang salah kaprah saat memotret makanan dengan mengambil angle dari atas atau dari sudut 45 derajat. Padahal gambar terbaik akan dihasilkan jika kamu memotret serendah mungkin. Maksudnya ambil sudut terendah dari objek namun bukan dari bawah objek.
Ketiga, memotret sesegera mungkin. Makanan yang baru saja selesai dimasak akan terlihat begitu segar, jadi segera ambil gambar saat komposisi warna makanan masih terlihat fresh di mata kamera. Gunakan minyak untuk membantu menciptakan efek mengkilat pada makanan dengan cara mengoleskannya.
Keempat, gunakan warna netral untuk latarbelakang objek. Warna putih memang selalu menghasilkan efek pencahayaan yang netral. Selain itu warna putih juga bisa mengimbangi komposisi warna jika objek foto adalah makanan dengan bahan-bahan yang colourful. Efek mewah juga akan terpancar jika kamu menggunakan piring putih saat penyajiannya.
Kelima, fokuskan pada detail objek. Misalnya kamu akan memotret sepiring steak, pastikan bekas tanda panggangan yang berselang-seling pada daging terlihat jelas dan berada pada posisi yang sempurna di atas piring. Atau jika kamu akan memotret sushi, maka pastikan setiap potongan ditempatkan secara menarik. Usahakan tidak terlalu membuat isi piring terlalu penuh yang justru akan mengurangi keindahannya.
Terakhir, crop in tightly. Usahakan untuk mengedit hasil foto dengan komposisi objek benar-benar mendominasi frame. Step terakhir ini akan lebih mudah dilakukan jika saat memotret kamu sudah mengambil objek foto dengan fokus yang baik. Dengan demikian akan lebih mudah terlihat hal-hal detail pada objek foto.
fotografi komersil mempunyai keunikan tersendiri mulai dari memotret,pencahayaan, dan tata tempatnya.
Sumber: http://id.openrice.com/bali/restaurant/article/detail.htm?article_id=1443
tips hunting foto model
1. Tentukan Tema dan konsep Acara dengan baik.
Tema ataupun konsep untuk hunting foto adalah hal yang paling penting. Dari sini bisa ditentukan target peserta ataupun berbagai kesulitan dalam proses pelaksanaannya nanti.
Tema bukan cuma sekedar judul acara, tapi dari penentuan tema, bisa ditentukan berbagai hal, seperti: kostum model yang digunakan, karakter model yang diperlukan sampai penggunaan lighting untuk pemotretan.Dengan Tema yang bagus juga dapat menarik minat peserta untuk mengikuti acara ini. Tema juga akan menentukan karakter fotografer yang akan mengikuti hunting foto anda.
Anda bisa memikirkan apakah acara ini hanya hunting biasa atau dijadikan sejenis workshop untuk belajar, dan juga dengan membuat konsep yang tepat, anda dapat menghitung target peserta untuk acara anda.
2. Buat hitungan budget.
Buat hitung2an budget untuk acara anda, disini anda harus menentukan budget yang tepat untuk membayar model, lighting, konsumsi, kostum, lokasi, group leader, make up artis dan sebagainya. Jangan lupa sertakan budget untuk “hal yang tak terduga”.
Dari hitungan budget ini anda bisa menentukan berapa rupiah yang harus dibayarkan peserta untuk mengikuti acara anda.
3. Siapkan Property.
Berbagai properti untuk pemotretan sangat mendukung acara hunting anda. Seperti kostum, lighting, asesoris dan sebagainya. Untuk kostum anda bisa menyewa di berbagai tempat yang menyewakan kostum atau membuat kostum sendiri. Pilihan kostum yang baik bisa membuat hunting anda menarik.
Lighting untuk pemotretan bisa didapat dengan menyewa atau mencari sponsor. Ada beberapa merek lighting yang bersedia menjadi sponsor dengan syarat tertentu. Jika memilih untuk menggunakan sponsor, cari yang syaratnya tidak memberatkan anda dan peserta lomba.
4. Siapkan Lokasi.
Untuk memilih lokasi hunting, lakukan survey ke lokasi yang akan anda pilih. Perhatikan berbagai fasilitas pendukung yang dapat menunjang acara anda. Tanyakan mengenai listrik untuk lighting hingga ruang ganti untuk model ataupun kamar kecil untuk buang air. Perhatikan apakah tempatnya menyediakan tempat parkir yang mencukupi atau tidak, perhatikan pula apakah biaya sewa lokasi cukup masuk akal untuk dapat masuk dalam budget anda.
Ada beberapa lokasi yang dapat bekerja sama dengan anda, sehingga anda tak perlu menyewa lokasi. Hal ini sangat menguntungkan sehingga biaya hunting dapat ditekan.
5. Tentukan Model Yang Tepat Untuk Hunting Anda.
Model adalah faktor terbesar yang menunjang kesuksesan acara anda.
Pilih model yang benar benar sudah matang, yang bisa berpose dengan
baik, sehingga pemotretan akan lebih mudah.Jangan lupa perhatikan
karakter model, apakah cocok dengan tema hunting anda.
Jika model sudah bergabung dengan sebuah agency, sebaiknya anda mengontak agency yang bersangkutan, jangan melakukan booking secara perorangan atau langsung pada model. Hal ini menyangkut etika, baik untuk model ataupun untuk anda sendiri.
Apabila model yang akan digunakan adalah model baru, sebaiknya adakan sesi pemotretan pendahuluan atau test foto. ini berguna untuk menilai karakter model dan kesiapan model tersebut dalam sebuah sesi pemotretan yang akan diadakan. Suatu kebodohan untuk menggunakan model yang tidak bisa berpose dalam sebuah sesi yang diikuti banyak peserta.
6. Siapkan Aturan Main di Lapangan.
Atur tata cara hunting dengan baik. seperti misalnya berapa spot yang akan digunakan untuk pemotretan, berapa titik lampu yang akan digunakan untuk tiap spot, berapa jumlah peserta dalam satu group, waktu untuk untuk perputaran group dan sebagainya.
Ketepatan waktu sangat diperlukan dalam sebuah hunting, karena akan mencakup berbagai hal seperti, fee untuk model, sewa lokasi, dan sebagainya juga menentukan kenyamanan peserta dalam pemotretan.
Tata Cara ataupun Aturan Main dalam hunting anda ini, akan sangat menentukan kesuksesan dan kenyaman peserta hunting anda. Dengan menerapkan tata cara yang baik maka akan didapatkan sebuah sessi pemotretan yang menyenangkan.
7. Jangan Membatalkan Acara
Show must go on!
Terkadang jika jumlah peserta kurang, ada beberapa pembuat hunting yang membatalkan acaranya. Hal ini terjadi karena panitia tidak mau menanggung kerugian. Sebetulnya membatalkan acara adalah suatu hal yang tidak baik. Hal ini akan merugikan nama anda sebagai pembuat acara.
Jadi walaupun rugi, sebaiknya acara harus jalan terus. Sebuah resiko yang harus diambil jika mengadakan suatu acara.
Untuk menghindari kerugian, anda harus dapat membuat tema acara yang menarik peserta, sehingga jumlah peserta hunting anda tidak kurang dari target.
Tema ataupun konsep untuk hunting foto adalah hal yang paling penting. Dari sini bisa ditentukan target peserta ataupun berbagai kesulitan dalam proses pelaksanaannya nanti.
Tema bukan cuma sekedar judul acara, tapi dari penentuan tema, bisa ditentukan berbagai hal, seperti: kostum model yang digunakan, karakter model yang diperlukan sampai penggunaan lighting untuk pemotretan.Dengan Tema yang bagus juga dapat menarik minat peserta untuk mengikuti acara ini. Tema juga akan menentukan karakter fotografer yang akan mengikuti hunting foto anda.
Anda bisa memikirkan apakah acara ini hanya hunting biasa atau dijadikan sejenis workshop untuk belajar, dan juga dengan membuat konsep yang tepat, anda dapat menghitung target peserta untuk acara anda.
2. Buat hitungan budget.
Buat hitung2an budget untuk acara anda, disini anda harus menentukan budget yang tepat untuk membayar model, lighting, konsumsi, kostum, lokasi, group leader, make up artis dan sebagainya. Jangan lupa sertakan budget untuk “hal yang tak terduga”.
Dari hitungan budget ini anda bisa menentukan berapa rupiah yang harus dibayarkan peserta untuk mengikuti acara anda.
3. Siapkan Property.
Berbagai properti untuk pemotretan sangat mendukung acara hunting anda. Seperti kostum, lighting, asesoris dan sebagainya. Untuk kostum anda bisa menyewa di berbagai tempat yang menyewakan kostum atau membuat kostum sendiri. Pilihan kostum yang baik bisa membuat hunting anda menarik.
Lighting untuk pemotretan bisa didapat dengan menyewa atau mencari sponsor. Ada beberapa merek lighting yang bersedia menjadi sponsor dengan syarat tertentu. Jika memilih untuk menggunakan sponsor, cari yang syaratnya tidak memberatkan anda dan peserta lomba.
4. Siapkan Lokasi.
Untuk memilih lokasi hunting, lakukan survey ke lokasi yang akan anda pilih. Perhatikan berbagai fasilitas pendukung yang dapat menunjang acara anda. Tanyakan mengenai listrik untuk lighting hingga ruang ganti untuk model ataupun kamar kecil untuk buang air. Perhatikan apakah tempatnya menyediakan tempat parkir yang mencukupi atau tidak, perhatikan pula apakah biaya sewa lokasi cukup masuk akal untuk dapat masuk dalam budget anda.
Ada beberapa lokasi yang dapat bekerja sama dengan anda, sehingga anda tak perlu menyewa lokasi. Hal ini sangat menguntungkan sehingga biaya hunting dapat ditekan.
5. Tentukan Model Yang Tepat Untuk Hunting Anda.
Jika model sudah bergabung dengan sebuah agency, sebaiknya anda mengontak agency yang bersangkutan, jangan melakukan booking secara perorangan atau langsung pada model. Hal ini menyangkut etika, baik untuk model ataupun untuk anda sendiri.
Apabila model yang akan digunakan adalah model baru, sebaiknya adakan sesi pemotretan pendahuluan atau test foto. ini berguna untuk menilai karakter model dan kesiapan model tersebut dalam sebuah sesi pemotretan yang akan diadakan. Suatu kebodohan untuk menggunakan model yang tidak bisa berpose dalam sebuah sesi yang diikuti banyak peserta.
6. Siapkan Aturan Main di Lapangan.
Atur tata cara hunting dengan baik. seperti misalnya berapa spot yang akan digunakan untuk pemotretan, berapa titik lampu yang akan digunakan untuk tiap spot, berapa jumlah peserta dalam satu group, waktu untuk untuk perputaran group dan sebagainya.
Ketepatan waktu sangat diperlukan dalam sebuah hunting, karena akan mencakup berbagai hal seperti, fee untuk model, sewa lokasi, dan sebagainya juga menentukan kenyamanan peserta dalam pemotretan.
Tata Cara ataupun Aturan Main dalam hunting anda ini, akan sangat menentukan kesuksesan dan kenyaman peserta hunting anda. Dengan menerapkan tata cara yang baik maka akan didapatkan sebuah sessi pemotretan yang menyenangkan.
7. Jangan Membatalkan Acara
Show must go on!
Terkadang jika jumlah peserta kurang, ada beberapa pembuat hunting yang membatalkan acaranya. Hal ini terjadi karena panitia tidak mau menanggung kerugian. Sebetulnya membatalkan acara adalah suatu hal yang tidak baik. Hal ini akan merugikan nama anda sebagai pembuat acara.
Jadi walaupun rugi, sebaiknya acara harus jalan terus. Sebuah resiko yang harus diambil jika mengadakan suatu acara.
Untuk menghindari kerugian, anda harus dapat membuat tema acara yang menarik peserta, sehingga jumlah peserta hunting anda tidak kurang dari target.
TEKNIK MOTRET MODEL
Kita bisa mengkomposisikan secara ketat dengan hanya mengikutsertakan wajah model saja, atau mengikutsertakan lingkungan sekitar. Untuk komposisi yang wajah yang ketat saja, posisi wajah dan mata adalah sesuatu yang penting. Biasanya saya mengikuti aturan sepertiga (rule of thirds). Saya menghindari memposisikan wajah di tengah-tengah karena nanti jadinya seperti pas foto. Contohnya seperti di bawah ini:
Di close-up ini, wajah model diposisikan agak ke kanan mengikuti aturan sepertiga. Cahaya dari latar belakang memberikan kesan dimensi dan tekstur. Pencahayaan utama ke wajah adalah flash+payung dari sebelah kiri atas. Dengan adanya sinar lampu kilat di tempat yang tertutup, mata model menjadi lebih hidup karena ada pantulan cahayanya. Model: Auorellia Inez.
Untuk komposisi subjek foto beserta lingkungannya, yang penting diperhatikan adalah latar belakang jangan ada hal-hal yang mengganggu perhatian. Misalnya ada turis lewat, atau hal-hal yang tidak nyambung dan merusak estetika, contohnya sampah.
Di foto yang ini, saya memasukkan lebih banyak latar belakang untuk menceritakan suasana / lingkungannya. Banyak orang lalu lalang di bagian belakang, sehingga saya harus sabar menunggu momen yang tepat. Pencahayaan alami dari matahari.
Setelah menguasai teknik dan setting kamera, komposisi memang menjadi momok yang cukup menakutkan bagi fotografer pemula. Tapi jangan kuatir, semua ini bisa dipelajari. Saran saya adalah terus berlatih, banyak melihat foto-foto yang bagus dan praktik. Bersabarlah, karena mempelajari komposisi ini 50% teori, 50% dari pengalaman. Alhasil, lama kelamaan mata dan feeling kita akan semakin jeli dan terasah.
Langganan:
Postingan (Atom)